Thursday, June 18, 2020

Perekonomian Indonesia (Bank)

A. Paket Oktober 1988 (Pakto 1998)

- Produk dan bunga bank ditentukan oleh pemerintah sebesar 12%
- Produknya hanya 2, yaitu Tabungan Nasional dan Taska.

Ketika pemerintah mengeluarkan paket kebijaksanaan pada tanggal 27 Oktober 1988 (Pakto 88), bank swasta dan asing booming. Pada waktu itu pemerintah mengeluarkan aturan antara lain:

- Kemudahan Pembukaan kantor cabang bank
- Pemberian izin pendirian bank swasta baru
- Pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
- Perluasan Bank Devisa
- Pendirian Bank Campuran (Swasta/ Asing)
- Pendirian cabang pembantu bank asing di 7 kota di luar jakarta
- Kemudahan Penerbitan sertifikat deposito oleh bank
- Perluasan produk tabungan yang pada saat itu hanya ada tabanas dan taksa
- Penetapan BNPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)
- Penurunan cadangan likuiditas wajib minimum dari 15% menjadi 5% untuk rupiah dan 3% untuk valuta asing
- Dana BUMN dan BUMD boleh ditempatkan di bank swasta maksimal 50%
- Perluasan Modal melalui penjualan saham  di pasar modal
- Bunga deposito, sertifikat deposito, dan tabungan dikenakan pajak 15% bersifat final

Ket: di tahun 1988 ini pemerintah otoritasnya lemah, orang asal punya modal mudah sekali mendirikan bank. Sehingga banyak sekali bank swasta mau asing baru bermunculan. selain itu jumlah kantornya juga meninggkat dratis. 

Sekarang: Bunga bank bebas dan produknya macam - macam.

B. Jumlah bank yang bertambah

Sekarang jumlah bank yang dapat menampung dana investor bertambah 3 menjadi 9 bank, sehingga basis investor pasar modal pun berpotensi meluas. Penambahan itu seiring dengan penandatanganan perjanjian antara PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan tiga Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) bank baru.
Administrator RDN adalah bank yang menjadi tempat untuk menampung dana investor pasar modal. Setiap pemodal yang memiliki single investor identification (SID) dibukakan rekening dana atas nama masing-masing oleh sekuritasnya di Bank Administrator RDN tersebut.
Direktur Utama KSEI Margeret M. Tang mengatakan dengan semakin banyak dan beragamnya Bank Administrator RDN, maka akan memudahkan investor dalam melakukan investasi di pasar modal karena investor dapat memilih bank yang terdekat dan dinilai dapat memberikan layanan jasa terbaik.
"Tidak dapat dipungkiri, saat ini jaringan dan infrastruktur pasar modal lebih terpusat di Jakarta. Hal ini membuat pasar modal sulit berkembang, terlebih untuk mengajak calon investor yang ada di pelosok Indonesia. Kerja Sama KSEI dengan sembilan Bank Administrator RDN diharapkan dapat memperluas jaringan pasar modal melalui perbankan," katanya dalam rilis 10 Juli 2015.  
Margeret menambahkan, seluruh Bank Pembayaran dan Bank Administrator RDN yang terpilih sudah melalui proses seleksi secara transparan oleh Tim Seleksi KSEI untuk menjamin kenyamanan para pemakai jasa KSEI, sekaligus investor yang bertransaksi di pasar modal Indonesia.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan M. Noor Rahman yang menyaksikan peresmian kerja sama itu menekankan pentingnya fungsi Bank Pembayaran dan Bank Administrator RDN pada proses transaksi di pasar modal.
"Pemindahbukuan dana yang melibatkan Bank Pembayaran, pemisahan dana nasabah dari aset Perusahaan Efek yang melibatkan Bank Adminstrasi RDN, merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk meningkatkan kepercayaan nasabah untuk berinvestasi di pasar modal. Ke depannya, peran pihak-pihak ini akan semakin penting terutama dalam upaya pendalaman pasar yang harus didukung dengan infrastruktur yang memadai," katanya.  
Noor Rahman pun menyinggung pentingnya sinergi antara pelaku industri keuangan yang mutlak diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang semakin bertumbuh, tak terkecuali pasar modal dan perbankan. Sinergi antara pasar modal dan dunia perbankan diharapkan dapat meningkatkan kemajuan bagi kedua industri.
Kini, dengan tambahan tiga bank baru, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Syariah, dan  PT Bank Sinarmas Tbk, investor dan masing-masing bank dapat menikmati keuntungan. Total jaringan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh investor meningkat menjadi sekitar 17.000 kantor cabang dan 88.000 ATM. Sedangkan bagi Bank Administrator RDN yang bekerja sama dengan KSEI, maka terdapat potensi dana mengendap yang dapat dimanfaatkan, dengan rata-rata nilainya sekitar Rp 5 triliun per hari.
Adapun bank yang sebelumnya sudah menjadi Administrator RDN yaitu: PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Mandiri.
Kerja sama KSEI dengan Bank Pembayaran pertama kali dimulai dengan 3 bank pada era penerapan perdagangan tanpa warkat (scriptless trading) pada 2000. Berawal dari Rp 730 miliar pada 2000, pada 2015 perputaran dana yang diselesaikan di KSEI sudah meningkat berkali-kali lipat hingga mencapai total sekitar Rp 6 triliun.
C. Pengertian bayar jatuh tempo
Jatuh Tempo Pembayaran adalah payment due date yaitu tanggal yang ditetapkan sebagai batas akhir pembayaran atau transaksi; pembayaran atau yang terjadi pada tanggal tersebut secara langsung / otomatis tercatat pada pusat pengolahan data sehingga posisi atau gambaran rekening nasabah pada tanggal tersebut telah menunjukkan posisi paling akhir (up to date).
D. Dampak krisis moneter bagi Indonesia
Dampak krisis moneter pada tahun 1997 di indonesia tidaklah seburuk negara thailand.indonesia memiliki tingkat inflasi yang rendah. Selain itu, Indonesia memiliki ketersediaan mata uang luar yang cukup besar melebihi 20 milyar dolar, sektor perdagangan yang surplus melebihi 900 juta dollar, serta keadaan sektor perbankan yang digolongkan masih baik.pada agustus 1997, terjadi perubahan antara pertukaran floating terartur dengan floating bebas.  inilah titik awal IMF mulai menawarkan bantuan sebesar 23 milyar dollar. akan tetapi, pada september rupiah dan bursa saham mulai menyentuh titik rendah dan krisis mulai menguat pada bulan november ketika terjadi efek dari devaluasi dari neraca perusahaan. perusahaan yang memiliki pinjaman terhadap dollar harus mengalami pembengkakkan biaya akibat menurunnya nilai rupiah. bahkan, kebijakan presiden soeharto untuk memberhentikan gubernur bank Indonesia tidak cukup memecahkan masalah ini hingga akhirnya posisi presiden soeharto digantikan dengan B.J Habibie.
E. Pemberian dana untuk Bank.
Bank mengumpulkan dana untuk pengembangan dengan bunga yang terendah melalui pasar modal-pasar modal , dan dalam hal IDA, melalui sumbangan-sumbangan anggota pemerintahan yang kaya.  Bank menerbitkan obligasi yang dibeli oleh anggota pemerintahan-pemerintahan dan lembaga-lembaga sektor swasta.  Biaya operasi Bank, baik yang di kantor pusat  maupun di kantor-kantor perwakilan, dibiayai melalui pendapatan yang diperoleh dari investasi-investasi pinjaman-pinjaman yang tidak disalurkan.  Pembayaran-pembayaran bunga dari pinjaman-pinjaman kepada anggota pemerintahan-pemerintahan digunakan untuk membiayai biaya pinjaman Bank dan tidak akan digunakan untuk membiayai anggaran administrasi maupun gaji karyawan-karyawan.

Sumber:
1.http://www.ekonomikontekstual.com/2014/01/faktor-penyebab-serta-dampak-krisis-moneter.html
2.http://www.bareksa.com/id/text/2015/07/10/jumlah-bank-penampung-dana-investor-bertambah-jadi-9/10938/news
3.http://belajarbank.blogspot.co.id/2013/12/paket-oktober-1988-pakto-88.html

Perekonomian Indonesia (Bank)

A. Paket Oktober 1988 (Pakto 1998) - Produk dan bunga bank ditentukan oleh pemerintah sebesar 12% - Produknya hanya 2, yaitu Tabungan Nasion...